Mangrove Kota Uneng Sikka Terancam Rusak, Warga: “Air Sudah Sampai Jendela Rumah”

Diduga Ditebang Diam-Diam

Warga menduga aktivitas penebangan dilakukan secara terselubung. Pohon ditebang terlebih dahulu, dibiarkan kering, kemudian diangkut melalui jalur laut.

“Tidak langsung diambil. Mereka tebang dulu, tunggu kering, baru diangkut pakai perahu,” ungkap Yance.

Ketua RT 13, Petrus Blasing, menegaskan bahwa masyarakat setempat telah memahami larangan menebang mangrove karena kawasan tersebut dilindungi negara.

“Saya sudah sampaikan ke warga, ini tidak boleh diambil. Ada aturan hukumnya,” tegasnya.

Ia menduga kuat aktivitas tersebut dilakukan oleh pihak luar yang masuk secara diam-diam.

“Masyarakat di sini sudah tahu. Yang datang itu orang luar,” katanya.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!